Saturday, April 11, 2015

Sholawat dari abah aos



بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيْمِ
اَلصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَيْكَ يَارَسُوْلَ اللهِ
اَلصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَيْكَ يَاحَبِيْبَ اللهِ
اَلصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَيْكَ يَاكَرِيْمَ اللهِ
اَلصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَيْكَ يَاسَيِّدَ الْكَوْنَيْنِ
اَلصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَيْكَ يَاسَيِّدَ الثَّقَلَيْنِ
اَلصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَيْكَ يَاأَحْمَدُ
اَلصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَيْكَ يَاطٰهَ
اَلصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَيْكَ يَايٰسٍ
وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ اَلْفَاتِحَةَ
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيْمِ
اَلصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَيْكَ يَارَسُوْلَ اللهِ
اَلصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَيْكَ يَاحَبِيْبَ اللهِ
اَلصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَيْكَ يَاأَكْرَمَ الْخَلْقِ عَلَى اللهِ
يَااَللهُ يَاحَقُّ يَانُوْرُ يَامُبِيْنُ نَوِّرْ قَلْبِيْ بِنُوْرِكَ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ
وَصَلّىَ اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدِنِ النَّبِيِّ الأُمِيِّ الطَّاهِرِ الزَّكِيِّ صَلَاةً تَحُلُّ بِهَا الْعُقَدَ وَتُفَرِّجُ بِهَا الْكُرَبَ وَعَلَى أٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَعَلَى سَائِرِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى أٰلِهِمْ وَأَصْحَابِهِمْ أَجْمَعِيْن أَمِيْنَ أَلْفَاتِحَةَ

Monday, March 30, 2015

Sejarah singkat ibadah haji



Setiap umat Islam pasti mendambakan pergi ke Tanah Suci untuk melaksanakan ibadah haji. Melaksanakan rukun Islam kelima ini seolah menyempurnakan rukun Islam lainnya. Namun, banyak pengorbanan untuk bisa sampai ke sana, karena pada kenyataannya sejak zaman dahulu, ibadah haji tidaklah mudah.
Ka’bah pertama kali dibangun oleh Nabi Adam AS setelah mendapatkan perintah dari Allah SWT. Sejak saat itu juga, Nabi Adam diperintahkan untuk melakukan tawaf (berjalan mengelilingi Ka’bah). Namun banjir besar pada masa Nabi Nuh ternyata ikut menghancurkan Ka’bah. Akhirnya Ka’bah dibangun kembali pada masa Nabi Ibrahim.
Pada masa Nabi Ibrahim, Allah SWT memerintahkan Nabi Ibrahim untuk membangun kembali Ka’bah dan  menyeru seluruh umat manusia supaya melakukan Tawaf. Pada masa ini jugalah dimulai ritual haji yang akhirnya kita laksanakan sampai sekarang. Misalnya saja Tata cara lempar Jumroh di Mina. Pada saat itu Nabi Ibrahim diperintahkan untuk menyembelih anaknya sendiri, Nabi Ismail. Sepanjang perjalanan, setan terus menerus membisiki Nabi Ibrahim agar imannya goyah dan membatalkan rencananya untuk mengorbankan Nabi Ismail. Bukannya menjadi goyah, Nabi Ibrahim malah melempari setan dengan batu. Kesabaran Nabi Ibrahim pun tidak sia-sia. Allah mengganti Ismail dengan seekor domba tepat sebelum Nabi Ibrahim menyentuh leher Ismail.
Selain itu ada Ibadah Sa’i atau berlari kecil antara bukit Shafa dan Marwah. Ibadah ini melambangkan pengorbanan dan dedikasi Siti Hajar ketika ditinggalkan Nabi Ibrahim di tengah-tengah gurun pasir yang panas. Saat itu Siti Hajar ingin mencarikan air untuk Ismail yang masih bayi. Beliau berlari ke bukit Shafa untuk mencari air. Karena tidak menemukannya, beliau kembali lagi ke bukit Marwah, dan beliau melakukan itu sebanyak 7 kali, hingga akhirnya munculah sebuah sumber mata air yang kita kenal dengan mata air Zamzam. 
Pada masa Nabi Muhammad SAW, Ka’bah sempat menjadi tempat pemujaan berhala oleh kaum Quraisy. Di sana selalu tercium aroma kemenyan dan berhala-berhala terpajang di setiap sudut. Akhirnya Nabi Muhammad SAW mendapatkan wahyu untuk melaksanakan ibadah haji pada tahun 6 Hijriyah. Namun karena dijegal oleh kaum Quraisy, Nabi Muhammad SAW tidak bisa melaksanakan ibadah haji saat itu. Tetapi pada saat yang sama, Nabi Muhammad SAW menyepakati perjanjian Hudaibiyah yang akhirnya membuat beliau dapat melaksanakan ibadah haji pada tahun 9 Hijriyah.

Tuesday, January 6, 2015

Sholawat Ikhwan



صَلَاةُ اللهِ سَلَامُ اللهِ
۞
عَلٰى طٰهَ رَسُوْلِ اللهِ
Rahmat dan keselematan Alloh, atas thoha (Muhammad) utusan Alloh
صَلَاةُ اللهِ سَلَامُ اللهِ
۞
عَلٰى يَسٓ حَبِيْبِ اللهِ
Rahmat dan keselamatan Alloh, atas yaasin (Muhammad) utusan Alloh
تَوَسَّلْنَا بِذِكْرِ اللهِ
۞
وَبِالْهَادِي رَسُوْلِ اللهِ
Kami bertawassul dengan zikrulloh, dan dengan sang pemberi petunjuk (yakni) sang utusan Alloh
وَكُلِّ مُلَازِمٍ لِلّٰهِ
۞
بِأَهْلِ الذِّكْرِ يَا اَللهُ
Dan dengan seluruh orang yang menetapkan (diri) karena Alloh dengan (wasilah) ahli zikir wahai Alloh
إِلٰهِـيْ سَلِّمِ الْإِخْوَانِ
۞
مِنَ الْجَفْوَةِ وَالنِّسْيَانِ
Wahai tuhanku berilah keselamatan kepada para saudara, dari sifat kasar dan lalai
وَمِنْ هَمٍّ وَّمِنْ حِرْمَانِ
۞
بِأَهْلِ الذِّكْرِ يَا اَللهُ
Dari kesusahan dan dari keterhalangan, dengan (wasilah) ahli zikir wahai Alloh
إِلٰهِـيْ  زَيِّنِ الْجِنَانِ
۞
بِنُوْرِ الذِّكْرِ وَالْعِرْفَانِ
Wahai tuhanku hiasilah surga surga, dengan cahaya zikir dan ma’rifat
وَبِالْإِيْمَانِ وَالْإِحْسَانِ
۞
بِأَهْلِ الذِّكْرِ يَا اَللهُ
Dan dengan keimanan serta ihsan, dengan (wasilah) ahli zikir wahai Alloh
إِلٰهِـيْ  أَنْتَ ذُوْ جَدٍّ
۞
وَذُوْ فَصْلٍ بِلَا حَدٍّ
Wahai tuhanku, engkau adalah pemilik bagian kebaikan, pemilik keutamaan yang tidak terbatas
فَأَنْعِمْنَا بِلَا عَدٍّ
۞
بِأَهْلِ الذِّكْرِ يَا اَللهُ
Maka berilah kami kenikmatan dengan tanpa hitungan, dengan (wasilah) ahli zikir wahai Alloh
فَكَمْ مِنْ قَسْوَةٍ سُلِبَتْ
۞
وَكَمْ مِنْ رِّقَّةٍ جُلِبَتْ
Berapa banyak (hati) yang keras telah di lunakkan, dan berapa banyak dari kelemahan telah di tarik (menjadi kuat)
وَكَمْ مِنْ جَذْبَةٍ جُذِبَتْ
۞
بِأَهْلِ الذِّكْرِ يَا اَللهُ
Dan berapa banyak jarak yang jauh di tarik mendekat, dengan (wasilah) ahli zikir wahai Alloh
أَتَيْنَا طَالِبِـيْ الْقُرْبِ
۞
وَوَصْلِ الرُّوْحِ بِالْحُبِّ
Kami menghampiri para pencari kedekatan (dengan Alloh), dan (para pencari) ketersampaian ruh melalui cinta
فَأَسْرِعْ جَذْبَةَ الْقَلْبِ
۞
بِأَهْلِ الذِّكْرِ يَا اَللهُ
Maka segerakanlah tarikan hati (ini), dengan (wasilah) ahli zikir wahai Alloh
فَلَا تَرْدُدْ مَعَ الْخُسْرَانِ
۞
بَلِ اجْعَلْنَا مِنَ الضِّيْفَانِ
Maka janganlah engkau menolak (yang menimbulkan) rasa penyesalan (kami), akan tetapi jadikanlah kami termasuk tamu-tamu-mu
أَيَاذَا الْجُوْدِ وَالْإِحْسَانِ
۞
بِأَهْلِ الذِّكْرِ يَا اَللهُ
Wahai pemilik kedermawanan dan kebaikan, dengan (wasilah) ahli zikir wahai Alloh
إِلٰهِـيْ  اغْفِرْ خَطَايَانَا
۞
وَخَطَاءِ وَالِدِيْنَا
Wahai tuhan ampunilah kesalahan-kesalahan kami, dan kesalahan-kesalahan orang tua kami
وَذَكِّرْنَا وَأَهْلَنَا
۞
بِأَهْلِ الذِّكْرِ يَا اَللهُ
Ingatilah kami dan keluarga kami, dengan (wasilah) ahli zikir wahai Alloh
إِلٰهِـيْ  اسْتُرْ عُيُوْبَنَا
۞
وَأَشْرِقْنَا بِدَايَتَنَا
Wahai tuhan tutuplah aib-aib kami, cemerangkanlah permulaan (kebaikan) kami
وَبِـجَنَّتِكَ أَذْخِلْنَا
۞
بِأَهْلِ الذِّكْرِ يَا اَللهُ
Dengan sorga-mu muliakanlah kami, dengan (wasilah) ahli zikir wahai Alloh
وَصَلِّ عَلَى النَّبِـيِ الْبَرِّ
۞
وَأَهْلِ النَّقْشِ لِلذِّكْرِ
Rahmatilah nabi (Muhammad) yang memiliki sifat baik, juga orang yang selalu melukiskan (dirinya) dengan zikir
وِالْآلِ وَالصَّحْبِ الْغُرِّ
۞
بِأَهْلِ الذِّكْرِ يَا اَللهُ
Kepada keluarga dan sahabat (beliau) yang cemerlang, dengan (wasilah) ahli zikir wahai Alloh