Wednesday, January 30, 2013

LaaIlaahaIllalloh Sebagai Kalimat Ikhlas





LaaIlaahaIllalloh
Sebagai Kalimat Ikhlas
                                                Oleh: Ahmad Sayuti (santri pesantren sirnarasa)

Dalam berbagai ceramahnya, KH.M.Abdul Gaos Saefulloh Maslul senantiasa mengingatkan, “bila kita berdzikir dengan membaca kalimat Laa Ilaaha Illalloh sesuai dengan tuntunan yang telah dicontohkan oleh Guru Agung, maka hal tersebut dapat melewati tempat-tempat perasaan (latifah), yang akan memberikan efek kholishon min qolbiy (bisa membersihkan unek-unek yang kotor selain Alloh). Seperti itulah yang dimaksud membersihkan unek-unek (perasaan di dalam hati). Kanjeng Nabi Saw bersabda, manusia yang paling beruntung besok di hari kiamat adalah siapa yang mengucapkan Laa ilaaha illalloh dengan hati yang ikhlas”. Ikhlas di sini menurut Ajengan Gaos adalah tujuan Alloh semata; yaitu laa maqsuuda illalloh (tidak ada yang dituju selain Alloh).
Laa Ilaaha Illalloh yang kita dzikirkan setiap saat akan dapat menggiring hati kita untuk menuju semata kepada Alloh. Dalam salah satu bukunya, Syeikh Abdul Qadir menuliskan bahwa para wali itu beramal untuk Alloh semata dan bersama-Nya, maka Dia perlihatkan kepada mereka keajaiban-keajaiban-Nya di dunia maupun di akhirat. Tidak ada yang dicinta selain Alloh, tidak ada yang dituju selain Alloh, dan tidak ada yang disembah selain Alloh.

            Laa Ilaaha Illalloh yang terus menerus diamalkan akan menjadikan pengamalnya sadar akan siapa diri dan siapa Alloh sebagai Tuhannya. Penemuan akan siapa diri, menjadikan ia sadar akan ketidak-berdayaannya. Oleh karenanya, segala sesuatu yang ada pada dirinya adalah dari dan milik Alloh, sehingga apapun dipersembahkan seutuhnya kepada Alloh semata. Pada saat dia menyadari bahwa tidak ada wujud selain Alloh, maka ia pun yakin bahwa wujud dirinya tak lain adalah percikan Wujud-Nya. Maka, secara ikhlas dia akui bahwa Alloh-lah yang paling eksis pada dirinya. Dia tidak mampu melihat, mendengar, beramal apapun tanpa pertolongan dan kesertaan Alloh. Dia tidak mampu melakukan ketaatan maupun kemampuan menjauhi segala larangan-nya tanpa pertolongan Alloh. Secara sadar, ia arahkan pengabdiannya kepada Alloh semata, dan dia sadari pula bahwa pengabdiaannya tersebut tidak akan mampu ia persembahkan atau tujukan kecuali dengan pertolongan Alloh (billah) pula.
Adapun derajat keikhlasan itu bertingkat, demikian pula kualitas dzikir Laa Ilaaha Illalloh pun bertingkat pula. Laa Ilaaha Illalloh yang terambil dari mulut suci WALI MURSYID tentu akan berbeda kualitasnya dengan yang terambil dari mulut seorang awam. Kualitas dzikir yang diucapkan oleh seseorang tidak lepas dari seberapa bening hati seorang tersebut. Disamping kualitas dzikir itu merupakan pancaran dari kebeningan hati, dzikir juga merupakan alat untuk membeningkan (membersihkan) hati itu sendiri. Laa Ilaaha Illalloh adalah kalimat ikhlas yang berfungsi sebagai Tazkiyatul Qolb (alat membersihkan hati).
            Sebagai kalimat ikhlas, Laa ilaaha illalloh akan mengantarkan amal seseorang langsung kepada Alloh tanpa perantara semisal Malaikat. Apabila amal-amalan lainnya untuk sampai kepada Alloh harus melalui perantara, semisal malaikat, maka Laa Ilaaha Illalloh langsung melesat menuju Alloh tanpa perantara.
Sebagai kalimat ikhlas, Laa Ilaaha Illalloh merupakan kalimat cinta yang menerbangkan pedzikirnya (para muhibbin) menuju Alloh Sang Maha Cinta. Jika ada banyak cara orang menuju Alloh, maka Laa Ilaaha Illalloh akan bisa menjadikan seseorang itu terbang dalam perjalanannya menuju Alloh. Dan seberapa kecepatan terbang seseorang menuju-Nya tergantung dari seberapa bobot rindu yang dirasakannya. Selain itu, seberapa kebahagiaan yang akan dirasakan oleh seseorang tergantung dari seberapa kadar cinta yang dirasakannya. Sebagai gambaran, dua orang pemuda yang sama-sama berjumpa dengan si gadis jelita bernama A. Antara pemuda satu yang menaruh cinta dengan si gadis tersebut dan pemuda yang tidak menaruh cinta pasti kebahagiaan yang dirasakannya berbeda. Pemuda yang mempunyai cinta pasti akan jauh lebih berbahagia dibanding dengan pemuda yang tidak menaruh cinta terhadap si gadis tersebut. Di mata pemuda yang mempunyai cinta, pastilah paras si gadis tersebut akan tampak lebih memukau kecantikannya. Demikian juga seorang hamba yang mempunyai cinta kepada Alloh pastilah akan lebih merasakan kebahagiaan manakala berjumpa dengan-Nya. Semakin dalam cinta, maka akan semakin besar pula kebahagiaan yang akan diarasakannya.
Sebagai kalimat ikhlas, Laa Ilaaha Illalloh merupakan kalimat kesadaran. Kesadaran ini merupakan pembuka tabir bagi seorang hamba untuk menemukan (mengenal) siapa diri dan siapa Tuhannya. Kalimat Laa Ilaaha Illalloh akan mengantarkan pedzikirnya menyelami lautan tanpa tepi, yang di antaranya adalah rahasia penciptaan. Yaitu, tentang siapa jati pencipta dan untuk tujuan apa semua maujudat tercipta. Sebagai kalimat kesadaran, Laa Ilaaha Illalloh akan membuka kesadaran dan menyibak tirai yang menabirinya dari rasa ma’rifat akan diri dan tuhan-Nya. Laa ilaaha illalloh akan membuka kesadaran manusia untuk lebih mengenal siapa sejati dirinya, dan siapa Sejati Tuhannya. Apabila seseorang telah terbuka kesadarannya, maka kemanapun arah mata memandang akan menemukan Tuhannya. Segala apapun yang ia temukan, pasti disitu menemukan Alloh yang meliputinya. Jika telah demikian maka tidak ada sesuatu yang sia-sia baginya. Semua merupakan wahana untuk merasakan tuhannya.
Itulah diantaranya yang dapat dirasakan manakala seseorang itu mengamalkan dzikir Laa Ilaaha Illalloh dengan ikhlas dan mendapat bimbingan dari seorang Mursyid fii hada zaman.

DAFTAR NISHOB DAN ZAKAT HARTA



DAFTAR NISHOB DAN ZAKAT HARTA
No.
NAMA HARTA
NISOB
ZAKAT
Prsen
KETERANGAN
1.
Perak
543,35 gr
1/40 = 13,584 Gr
2,5 %
Dikeluarkan setelah 1 thn
2.
Tambang Perak
543,35 gr
1/40 = 13,584 Gr
2,5 %
Dikeluarkan seketika
3.
Rikaz Perak
543,35, gr
1/5 = 108,67 Gr
20 %
Dikeluarkan seketika
4.
Harta Dagangan Dengan Modal Perak
543,35 gr
1/40 = 13,584 Gr
2,5 %
Ditaksir dengan perak dan dikeluarkan setelah 1 thn
5.
Emas
77,58 gr
1/40  = 1,9395 Gr
2,5 %
Dikeluarkan setelah 1 thn
6.
Tambang Emas
77,58 gr
1/40  = 1,9395 Gr
2,5 %
Dikeluarkan seketika
7.
Rikaz emas
77,58 gr
1/5 = 15,516 Gr
20 %
Dikeluarkan seketika
8.
Harta Dagangan Dengan Modal Emas
77,58 g
1/40  = 1,9395 Gr
2,5 %
Ditaksir dgn emas dan Dikeluarkan setelah 1 thn
9.
Gabah
1323,132 kg
1323,132 kg
1/10 = 132,3132 Kg
1/20 = 66,1566 Kg
10 %
5 %
Tanpa biaya pengairan
Dgn biaya pengairan
10.
Padi Gagang
1631,516 kg
1631,516 kg
1/10 = 163,1516 Kg
1/20 = 81,5758 Kg
10 %
5 %
Tanpa biaya pengairan
Dgn biaya pengairan
11.
Beras
815,758 kg
815,758 kg
1/10 = 81,5758 Kg
1/20 = 40,7879 Kg
10 %
5 %
Tanpa biaya pengairan
Dgn biaya pengairan
12.
Gandum
558,654 kg
558,654 kg
1/10 = 55,8654 Kg
1/20 = 27,9327 Kg
10 %
5 %
Tanpa biaya pengairan
Dgn biaya pengairan
13.
Kacang Tunggak
756,697 kg
756,697 kg
1/10 = 75,6697 Kg
1/20 = 37,83485 Kg
10 %
5 %
Tanpa biaya pengairan
Dgn biaya pengairan
14.
Kacang Hijau
780,036 kg
780,036 kg
1/10 = 78,0036 Kg
1/20 = 39,0018 Kg
10 %
5 %
Tanpa biaya pengairan
Dgn biaya pengairan
15.
Jagung Kuning
720 kg
720 kg
1/10 = 72 Kg
1/20 =36 Kg
10 %
5 %
Tanpa biaya pengairan
Dgn biaya pengairan
16.
Jagung Putih
714 kg
714 kg
1/10 = 71,4 Kg
1/20 = 35,7 Kg
10 %
5 %
Tanpa biaya pengairan
Dgn biaya pengairan

DAFTAR ISTILAH UKURAN DALAM KITAB FIQIH
No.
ITILAH
MAZHAB
BILANGAN
1.
QIROTH
Imam Tsalatsah
= 0,215 Gr
2.
DIRHAM
Imam Tsalatsah
= 2,715 Gr
3.
MITSQOL
Imam Tsalatsah
= 3,879 Gr
4.
DANIQ
Imam Tsalatsah
= 0,430 Gr
5.
WASAQ
Imam Tsalatsah
= 57,32 Cm (PxLxT) = 188,712 Ltr
6.
MUD
Imam Tsalatsah
= 9,22 Cm (PxLxT) = 0,766 Ltr
7.
MUD Hinthoh
An-Nawawi
= 456,54 Gr
8.
MUD Beras Putih

= 679,79 Gr
9.
SHO’
Imam Tsalatsah
= 14,65 Cm (PxLxT) = 3,145 Ltr
10.
SHO’ Hinthoh
An-Nawawi
= 1862,18 Gr
11.
SHO’ Beras Putih

= 2719,19 Gr
12.
SHO’ Zakat Fitrah

= 2719,19 Gr = 2,71919 Kg
13.
RITL Bagdhad
An-Nawawi
Ar-Rofi’i
= 349,16 Gr
= 353,49 Gr
14.
Mail
Al-Ma’mun
Ahmad Al-Misri
= 1666,6650 M
= 1760,4100 M
15.
Farsakh
Jumhur ‘Ulama
Al-Ma’mun
Ahmadulhasan
= 7499,9925 M
= 4999,950 M
= 5281,250 M
16.
Dziro Al-Mu’tadil
Aktsarinnas
Al-Ma’mun
An-Nawawi
Ar-Rofi’i
= 48 Cm
= 41,666625 Cm
= 44,720 Cm
= 44,820 Cm
17.
Air Dua Qulah
An-Nawawi
Ar-Rofi’i
Ahli Iraq
Aktsarinnas
= 55,9 Cm (PxLxT) = 174,580 Ltr
= 56,1 Cm (PxLxT) = 176,245 Ltr
= 63,4 Cm (PxLxT) = 245,325 Ltr
= 60 Cm (PxLxT) = 187,385 Ltr
18.
Jarak Qoshor Sholat
K. Tanwirul Qulub
Al-Ma’mun
Ahmad Husein
Aktsarul Fukoha’
= 80,640 Km
= 89,999992 Km
= 94,500 Km
= 119,99988 Km
19.
Nishob Sariqoh Emas
Imam Tsalatsah
= 0,97 Gr

nishob ZAKAT HEWAN TERNAK
No.
NAMA
HEWAN
NISHOB
WAJIB ZAKAT
Bilangan Dan Jenis Zakatnya
Keterangan
1.
SAPI ATAU
KERBAU
30 - 39
1 ekor tabii'
·   Tabii' adalah sapi betina atau jantan yang sudah genap berusia 1 tahun dan masuk tahun ke-2.
·   Musinnah adalah sapi betina yang sudah genap berusia 2 tahun dan masuk tahun ke-3.
40 - 59
1 ekor musinnah
60 - 69
2 ekor tabii'
70 - 79
1 ekor tabii' dan 1 ekor musinnah
80 - 89
2 ekor musinnah
90 - 99
3 tabii'
100 - 109
1 ekor musinnah dan 2 tabii'
110 - 119
2 ekor musinnah dan 1 ekor tabii'
120 - ...
3 ekor musinnah atau 4 ekor tabii'





2.
UNTA
5 - 9
1 ekor syaah
·   Syaah adalah kambing betina
·   Bintu makhadh adalah unta betina genap berusia 1 tahun masuk tahun ke-2.
·   Bintu labun adalah unta betina genap berusia 2 tahun masuk tahun ke-3
·   Hiqqah adalah unta betina genap berusia 3 tahun masuk tahun ke-4
·   Jaza'ah adalah unta betina genap berusia 4 tahun masuk tahun ke-5
10 - 14
2 ekor syaah
15 - 19
3 ekor syaah
20 - 24
4 ekor syaah
25 - 35
1 ekor bintu makhadh
36 - 45
1 ekor bintu labun
46 - 60
1 ekor hiqqah


61 - 75
1 ekor jaza'ah
76 - 90
2 ekor bintu labun
91 - 120
3 hiqqah
121 - 129
3 banat labun / 2 hiqqah dan seekor syaah (hanafiyah)
130 - 134
2 hiqqah dan 2 syaah (hanafiyah)
135 - 139
2 hiqqah dan 3 syaah (hanafiyah)
140 - 144
2 hiqqah dan 4 syaah (hanafiyah)





3.
KAMBING
1 - 39
Tidak wajib zakat
·   Demikian seterusnya, setiap bertambah 100 ekor ada kewajiban zakat berupa 1 ekor kambing.
40 - 120
1 ekor kambing betina
121 - 200
2 ekor kambing betina
201 - 399
3 ekor kambing betina
400 - 499
4 ekor kambing betina
500 - 599
5 ekor kambing betina

KETERANGAN…

Ø  Penghitungan awal tahun pada zakat hewan ternak dimulai dari mulai memilikinya dalam jumlah 1 nishob begitu juga pada zakat emas dan perak. Sedangkan untuk barang dagangan :
·         Bila modal dagang diambil dari emas/perak yang sudah genap 1 nishob baik dipakai semua atau tidak, maka perhitungan tahun dimulai dari pemilikan emas/perak tsb.
·         Bila modal berasal dari selain emas/perak yang telah mencapai 1 nishob maka perhitungan tahun dimulai dari permulaan berdagang.
Ø  Daftar nishob dan ukuran diatas dikutif dari kitab Fathil Qodir Karangan Syekh Ma’shum Bin Ali Kuwaron, Jombang.
Ø  Yang dimaksud dengan imam tsalsalah diatas adalah Imam Syafi’i Maliki Dan Hambali.
Ø  Nishob emas pada daftar diatas adalah nishob emas murni (emas dengan kadar 100%), sedangkan untuk mencapai nishobemas yang tidak murni (emas dengan kadar kurang dari 100%) yaitu dengan cara : nishob emas murni (77,58) dibagi kadar emas yang tidak murni, kemudian hasilnya dikalikan dengan kadar emas murni  (100).
CONTOH :
·         Untuk mencapai nishob emas dengan kadar 90% :
77,58 : 90x100                                          = 86,2 Gr
Jadi nishonnya adalah                               = 86,2 Gr
Zakat yang harus dikeluarkan   . 2,5% (1/40) = 2,155 Gr
      . 20% (1/5) = 17,24 Gr
·         Untuk mencari nishob dengan kadar 75% :
77,58 : 75x100                                          = 103,44 Gr
Jadi nishobnya adalah                                = 103,44 Gr
Zakat yang harus dikeluarkan       . 2,5% (1/40) = 2,586 Gr
   . 20% (1/5) = 20,688 Gr
Ø  Nishob dan ukuran jenis biji-bijiandengan menggunakan berat/gram sebagaimana daftar diatas adalah pendekatan saja. Sebab ukuran yang asal menurut syara’ adalah dengan menggunakan takaran sho’/wasaq yang ada pada zaman Rosululloh SAW, maka dihimbau kepada kaum muslimin apabila ada perbedaan pendapat dalam menentukan beratnya kadar nishob, agar mengambil kadar yang ukurannya telah diyakini, tidak kurang dari kadar yang telah ditentukan syara’ (fathul wahhab 1/114 dan sulamutaufiq : 41).